Berapa Tensi Normal Ibu Hamil Trimester 1, 2, dan 3? Ini Jawaban Tepatnya!

Tensi normal ibu hamil – Kondisi kehamilan memang memberikan banyak perubahan pada diri wanita sebagai bumi. Perubahan tersebut bisa terlihat langsung dari fisik dan yang tidak terlihat seperti kondisi hormon, psikis, dan kondisi dalam tubuh Bunda.

Gambar 1 - Tensi normal ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil mencatat tensi darahnya | Gambar: Freepik.com/tirachardz

Tensi darah atau tekanan darah menjadi salah satu perubahan yang tidak terlihat pada tubuh bumil. Pada saat hamil, tensi darah bisa saja naik dan lebih tinggi dibanding tensi orang normal atau kondisi sebelum Bunda hamil. Namun begitu, apabila tensi tersebut melonjak terus tinggi, maka hal ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan kehamilan yang perlu Bunda waspadai.

Dengan begitu, tidak heran jika banyak dari para bumil yang bertanya-tanya mengenai permasalahan tensi di fase kehamilan ini. Lantas, berapakah tensi normal ibu hamil pada tiap-tiap semester? Adakah patokannya? Yuk, simak jawaban dan ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Sayur Nangka? Cek Fakta dan Jawabannya Bunda!

Kaitan Kehamilan dan Tensi Darah pada Bumil

Sebelum ke jawaban pertanyaan utama tersebut, Bunda juga perlu terlebih dahulu memahami kaitan antara kehamilan dan tensi darah pada bumil. Tubuh ibu hamil memang bakal banyak mengalami perubahan bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Adanya hormon kehamilan yang meningkat seperti progesteron, estrogen, human chorionic gonadotropin hormone (hCG), human placental lactogen (hPL), oksitosin, dan prolaktin serta jumlah volume darah di dalam tubuh dapat memberikan dampak yang terkait pada perubahan atau kenaikan tensi darah bagi ibu hamil.

Melansir Alodokter, baik wanita atau pria, nilai tensi darah ideal berada sedikit di bawah angka 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan sistolik dan 80 menunjukkan tekanan diastolik. Tensi darah sistolik normal wanita dewasa berkisar antara 90-120 mmHg dan tensi diastoliknya berada pada kisaran 60-80 mmHg.

Untuk Bunda ketahui, pada sebagian wanita ternyata dapat mengalami kondisi peningkatan tensi darah yang melebihi batas normal diikuti dengan tanda gejala lain seperti pembengkakan di kaki dan tangan yang dikenal dengan istilah preeklampsia. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan eklampsia yang dapat berbahaya dan mengancam kesehatan dan jiwa ibu dan janin.

Berapa Tensi Normal Ibu Hamil Trimester 1?

Pada masa awal kehamilan atau trimester 1, banyak perubahan yang mulai terjadi kepada tubuh bunda termasuk morning sickness dan tensi darah. Biasanya pada trimester 1 atau 1-13 minggu kehamilan, bumil dan suami melakukan kunjungan pemeriksaan kandungan yang pertama di minggu ke 8 atau lebih.

Pada pemeriksaan tersebut, bumil tentu akan diperiksa juga tensi darahnya yang bertujuan untuk mencari tahu kondisi Bunda, apakah mengalami tensi darah yang tinggi dan abnormal. Melansir laman American Journal of Hypertension, bahwa nilai normal referensi tensi darah normal ibu hamil trimester 1 atau <15 minggu ialah 118/73 mmHg.

Namun begitu, hal ini bukan menjadi patokan pasti dan bisa saja Bunda mengalami tensi yang sedikit lebih tinggi karena ibu hamil memproduksi lebih banyak darah untuk menutrisi janin. Karena produksi darah menjadi lebih banyak, maka jantung lebih bekerja keras memompa darah lebih banyak yang bisa membuat tensi darah menjadi agak tinggi.

Berapa Tensi Normal Ibu Hamil Trimester 2?

Pada trimester 2 atau minggu ke 14-27 kandungan, memasuki fase ini Bunda akan merasa lebih nyaman dibanding trimester 1. Gejala morning sickness seperti mual dan lelah perlahan mulai menghilang. Namun begitu, ada beberapa perubahan lain yang terjadi pada Bunda di trimester 2 ini, yakni perut semakin membesar, berat badan mulai naik setiap bulan 1-1,5kg, nafsu makan membaik, payudara nyeri dan membesar, hingga nyeri punggung.

Untuk tensi darah sendiri, pada trimester 2 ternyata tidak begitu berbeda pada awal kehamilan. Untuk normalnya, tensi darah ibu hamil trimester 2 berkisar di angka 117/73 mmHg. Jika Bunda sebelumnya belum pernah mengukur tensi, kemudian diketahui memiliki tensi darah cukup tinggi saat pemeriksaan sebelum kehamilan usia 20 minggu maka bisa jadi Bunda memiliki kondisi hipertensi sebelum hamil.

Apabila kondisinya begitu, dokter kandungan akan menganggap Bunda memiliki darah tinggi kronis yang membuatnya akan memantau lebih sering terhadap tensi darah tubuh Bunda. Tentunya hal tersebut memiliki alasan adanya risiko lebih tinggi pada ibu hamil yang memiliki hipertensi untuk mengalami kelahiran bayi prematur, preeklamsia, hingga berat bayi lahir rendah.  

Baca Juga: Wajib Tahu Bunda! Ini 6 Pertolongan Pertama Sesak Nafas pada Ibu Hamil

Berapa Tensi Normal Ibu Hamil Trimester 3?

Gambar 2 - Tensi normal ibu hamil
Ilustrasi melakukan pemeriksaan tensi darah | Gambar: Freepik.com/Pressfoto

Pada trimester 3 atau minggu ke 28 sampai melahirkan, Bunda akan memasuki fase akhir kehamilan. Untuk referensi tensi normal ibu hamil di fase ini berada pada angka 121/80 mmHg yang lebih tinggi daripada tensi. darah di trimester 1 dan 2.

Melansir Klikdokter, terdapat sejumlah keluhan yang bakal umum dirasakan pada ibu hamil trimester 3, diantaranya ialah kenaikan berat badan, sulit tidur atau insomnia, sesak napas atau napas pendek, kontraksi palsu, ASI mulai rembes, naiknya asam lambung, sakit punggung, nyeri dan kesemutan, beberapa bagian tubuh bengkak, dan sering buang air kecil.

Kondisi Tensi Darah yang Perlu Bumil Waspadai

Memperhatikan kondisi tensi darah merupakan hal yang penting untuk dicatat ibu hamil. Sebab terdapat dua kondisi tensi darah yang perlu bumil waspadai, yakni tensi darah yang tinggi dan tensi darah yang rendah.

Tensi Darah yang Tinggi

Bumil yang memiliki kondisi tensi darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu dinamakan hipertensi gestasional. Melansir laman American College of Obstetricians and Gynecologists, Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih tinggi dan/atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi.

Jika Bunda mengalami kondisi lain tekanan darah tinggi saat hamil seperti preeklamsia bisa memiliki tensi yang lebih tinggi berada di angka 160 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih tinggi. Selain itu, ada kondisi lain yang bisa dialami Bunda seperti rendahnya jumlah trombosit, fungsi ginjal yang tidak normal, perubahan penglihatan, cairan di paru-paru, hingga sakit kepala parah.

Tensi Darah yang Rendah

Selain tensi darah yang tinggi, ibu hamil juga bisa mengalami kondisi tensi darah yang rendah. Tekanan darah rendah Bumil bisa ditandai dengan gejala pusing, mual, sulit konsentrasi, wajah terlihat pucat, lemas, hingga jantung berdebar-debar. Melansir Alodokter, ibu hamil bisa dikatakan memiliki kondisi tensi darah yang rendah jika angka tensi berada di bawah atau kurang dari 90/60 mmHg.

Bahaya Tensi Darah Tinggi bagi Bumil dan Calon Bayi

Kondisi tensi darah tinggi saat kehamilan ternyata bisa berdampak pada kesehatan bumil dan calon bayi. Hal ini bisa berbahaya apabila dibiarkan tanpa pemeriksaan dan penanganan yang tepat untuk ibu itu sendiri dan calon bayi nantinya. Berikut beberapa bahaya tensi darah tinggi bagi bumil dan calon bayi:

  • Membuat Bumil kejang-kejang
  • Perkembangan janin terhambat
  • Aliran darah ke plasenta terganggu
  • Risiko kerusakan plasenta
  • Kerusakan organ tubuh bumil
  • Persalinan secara prematur
  • Kematian janin di dalam rahim     

Tips dan Cara Menjaga Tensi Darah pada Ibu Hamil

Gambar 3 - Tensi normal ibu hamil
Ilustrasi Bumil membaca tips menjaga tensi darah saat hamil | Gambar: Freepik.com/tirachardz

Agar kondisi tensi darah tidak terlampau tinggi, Bunda perlu menjaga kondisi tersebut dengan berbagai cara sehingga tetap sehat menjalankan proses kehamilan hingga melahirkan bayi. Berikut sejumlah tips dan cara menjaga tensi darah pada ibu hamil yang bisa Bunda terapkan:

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan sehat yang baik untuk bumil
  • Menjalankan pemeriksaan kandungan secara rutin dan berkala
  • Istirahat dan tidur secara cukup
  • Tetap aktif bergerak dan berolahraga ringan
  • Membatasi asupan garam
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok
  • Mengonsumsi protein albumin untuk mencegah risiko tensi tinggi

Baca Juga: Bolehkah Hamil Muda Makan Salak? Cari Tahu Jawaban dan Fakta Jelasnya!

Jaga Kondisi Kesehatan Kehamilan dari Risiko Tensi Darah Tinggi saat Hamil (Preeklampsia) dengan Mengonsumsi Fitbumin Feber

Tidak ada ibu hamil yang ingin memilki kondisi kehamilannya tidak sehat bukan? Ya, meski begitu tidak semua bumil memiliki kondisi kehamilan sehat yang lancar sampai proses melahirkan tiba. Beberapa dari bumil tersebut bisa saja memiliki kondisi tensi darah yang tinggi sehingga berisiko mengalami hipertensi gestasional atau juga preeklamsia.

Fitbumin Feber - Tensi normal ibu hamil

Terlebih memiliki kondisi tensi darah tinggi saat hamil seperti preeklamsia dapat membahayakan kesehatan bumil dan calon bayi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Untuk itu, Fitbumin Feber hadir sebagai suplemen nutrisi ibu hamil yang memiliki kandungan protein albumin tinggi guna mencegah terjadinya preeklamsia. Selain itu, Fitbumin Feber juga mengandung sejumlah nutrisi tepat yang dibutuhkan ibu hamil diantaranya, yakni asam folat, zat besi, asam lemak omega-3, hingga serat.

Nutrisi tersebut berasal dari kandungan bahan alami pilihan yang diekstrak ke dalam Fitbumin Feber yang terdiri dari ekstrak ikan gabus budidaya modern, bayam, dan rumput laut. Bunda juga tidak perlu cemas untuk mengonsumsi Fitbumin Feber, sebab keamanan produk sudah terjamin dengan adanya sertifikasi resmi BPOM dan Halal MUI.

Itulah ulasan lengkap mengenai berapa tensi normal ibu hamil trimester 1,2, dan 3 yang bisa Bunda simak penjelasannya. Untuk membeli Fitbumin Feber, Bunda bisa dengan mudah mengklik gambar produk atau melalui tautan link pembelian Fitbumin Feber berikut ini.

Segera beli Fitbumin Feber karena ada diskon promo bulan ini untuk menjaga kesehatan kehamilan Bumil sekaligus mencegah kondisi tensi darah tinggi saat hamil seperti preeklamsia!