Topik menyusui saat puasa – Menyusui saat bulan puasa bisa menjadi tantangan bagi para ibu menyusui (busui) yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa namun tetap ingin menjaga kondisi ASI.

ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar sehat dan pintar. Tahukah Bunda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang berpuasa mungkin mengalami sedikit perubahan dalam komposisi ASI, tetapi produksi ASI bisa tetap optimal apabila kebutuhan nutrisi Bunda terpenuhi dengan baik.
Sebaliknya, apabila asupan nutrisi dan cairan tidak cukup selama puasa, Bunda sebagai busui bisa mengalami penurunan produksi ASI. Oleh karena itu, penting bagi busui untuk mengetahui pantangan yang bisa menyebabkan ASI seret saat berpuasa agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi buah hati.
Baca Juga: Amankah KB 2 Bulan untuk Ibu Menyusui? Ada Risiko Efek Sampingnya?
Sekilas Tentang Kekhawatiran Ibu Menyusui saat Berpuasa
Banyak ibu menyusui yang merasa khawatir atau cemas saat menjalankan ibadah puasa karena takut ASI mereka berkurang, bayi menjadi rewel, atau mereka sendiri merasa lemas dan kurang energi untuk memberikan ASI. Beberapa gejala yang mungkin dialami saat menyusui sambil berpuasa adalah:
- Produksi ASI berkurang karena kurangnya asupan cairan dan nutrisi
- Bayi terlihat lebih sering menyusu karena pasokan ASI menurun
- Busui mengalami dehidrasi yang ditandai dengan pusing, lemas, dan bibir kering
Kekhawatiran tentu wajar, yah Bunda, namun dengan pola makan yang tepat dan menghindari pantangan tertentu, ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.
Busui Puasa Apakah Mempengaruhi ASI?
Melansir laman Australian Breastfeeding Association, secara umum, puasa tidak selalu menyebabkan penurunan produksi ASI, tetapi bisa mempengaruhi komposisi nutrisi di dalamnya. Memang dapat terjadi perubahan jangka pendek pada beberapa vitamin dan mineral dalam ASI selama puasa. Selama ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, serta mencukupi kebutuhan cairan, ASI tetap bisa diproduksi dalam jumlah yang cukup.
Namun, jika asupan makanan dan cairan tidak diperhatikan oleh Bunda, produksi ASI bisa menurun dan menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi. Maka dari itu, ibu menyusui perlu memperhatikan pola makan dan menghindari beberapa pantangan agar produksi ASI tetap lancar atau tidak seret selama berpuasa.
5 Pantangan Menyusui saat Puasa yang Wajib Bunda Cermati

Menjalani puasa sambil menyusui memang memerlukan perhatian ekstra buat busui. Ada beberapa hal yang perlu Bunda hindari agar produksi ASI tetap lancar dan mencukupi kebutuhan bayi. Berikut ini lima pantangan utama yang harus diperhatikan oleh busui selama berpuasa.
1. Kurang Minum Air Putih
Pantangan pertama yaitu dehidrasi karena kurang minum air putih. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama ASI Bunda menjadi seret. Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, ibu menyusui disarankan minum minimal 3,1 liter air setiap hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur) supaya produksi ASI tetap lancar.
2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Sederhana
Apakah Bunda sering mengonsumsi makanan dan minuman manis saat sahur dan berbuka? Makanan manis seperti kue, roti putih, dan minuman bersoda bisa meningkatkan gula darah dengan cepat, tetapi juga cepat menurun sehingga membuat tubuh Bunda cepat lemas dan bisa mempengaruhi produksi ASI juga.
3. Mengabaikan Asupan Protein dan Lemak Sehat
Pantangan menyusui saat puasa selanjutnya ialah mengabaikan asupan protein selama berpuasa. Hal yang perlu Bunda pahami bahwa protein dan lemak sehat sangat penting untuk produksi ASI. Pastikan sahur dan berbuka mengandung sumber protein seperti ikan gabus, daging, telur, dan kacang-kacangan.
4. Sering Begadang dan Kurang Istirahat
Kondisi ASI seret saat berpuasa juga dapat dipicu oleh kebiasaan sering begadang dari ibu menyusui. Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh Bunda stres dan menurunkan produksi ASI. Usahakan tidur yang cukup dan istirahat saat bayi tidur untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh Bunda.
5. Tidak Mengatur Jadwal Menyusui dengan Baik
Fakta yang perlu dipahami oleh para busui juga ialah bahwa produksi ASI tetap dipengaruhi oleh supply and demand, lho Bunda. Jika frekuensi menyusui atau pumping Bunda berkurang, produksi ASI bisa menurun dan sedikit. Pastikan tetap menyusui atau memompa ASI secara teratur meskipun sedang berpuasa serta mengatur jadwalnya secara tepat dan baik.
Kapan Kondisi Ibu Menyusui Dilarang Berpuasa?
Meskipun menyusui saat puasa diperbolehkan, ada beberapa kondisi di mana ibu menyusui dianjurkan untuk tidak berpuasa, di antaranya:
- Ibu menyusui mengalami dehidrasi parah yang ditandai dengan pusing, lemas berlebihan, dan urine berwarna gelap
- Produksi ASI sangat berkurang atau tidak keluar sama sekali hingga bayi terlihat tidak puas setelah menyusu
- Bayi mengalami tanda-tanda kekurangan ASI seperti penurunan berat badan, rewel atau popok yang lebih jarang basah
- Ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti anemia berat atau tekanan darah rendah yang dapat berbahaya jika memaksakan untuk berpuasa
Jika ibu menyusui mengalami kondisi di atas, lebih baik untuk tidak berpuasa dan menggantinya di waktu lain atau membayar fidyah sesuai anjuran agama Islam.
Baca Juga: 5 Jenis Makanan Ibu Menyusui saat Puasa yang Dukung ASI Tetap Lancar
Jaga Kualitas dan Kuantitas ASI Selama Busui Berpuasa agar Tidak Seret dengan Asupan Nutrisi dari Fitbumin Vilaktin
Menyusui saat puasa memang bisa menjadi tantangan, tetapi bukan berarti tidak mungkin bagi Bunda. Dengan menjaga pola makan, menghindari pantangan tertentu, dan mencukupi kebutuhan nutrisi, busui tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir ASI seret, yah Bunda.
Agar Bunda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa khawatir ASI seret, penting untuk menjaga asupan nutrisi dengan baik. Salah satu cara terbaik untuk memastikan tubuh Bunda tetap mendapatkan nutrisi yang cukup adalah dengan mengonsumsi suplemen khusus ibu menyusui seperti Fitbumin Vilaktin.

Fitbumin Vilaktin hadir dan diformulasikan dengan kombinasi kandungan alami yang membantu menjaga produksi ASI tetap lancar meskipun ibu menyusui sedang berpuasa. Beberapa manfaat Fitbumin Vilaktin untuk busui yang berpuasa antara lain:
- Membantu meningkatkan produksi ASI berkat kandungan protein tinggi dari ikan gabus
- Menjaga daya tahan tubuh ibu menyusui selama menjalankan puasa
- Mengandung nutrisi esensial yang mendukung pertumbuhan bayi
- ASI Booster alami tinggi nutrisi dengan kandungan protein hingga lebih dari 80%
- Terbukti mengatasi ASI seret dengan memperlancar ASI
Itulah ulasan mengenai 5 pantangan menyusui saat puasa yang bisa bikin ASI Bunda seret. Untuk membeli Fitbumin Vilaktin, Bunda bisa langsung saja dengan mudah mengklik gambar produk atau melalui tautan link pembelian Fitbumin Vilaktin secara daring atau online di marketplace berikut ini.
Segera beli Fitbumin Vilaktin karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu Bunda menjaga kondisi ASI tetap berlimpah dan deras meski tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan!